Momen Idul Adha selalu identik dengan semangat pengorbanan dan berbagi kepada sesama. Bagi umat Muslim, tradisi merayakan hari besar ini biasanya diwujudkan melalui penyembelihan hewan kurban yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun, esensi sejati dari Idul Adha sebenarnya melampaui sekadar ritual tahunan. Ini adalah momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan mengangkat derajat ekonomi umat.
Dengan memahami filosofi tersebut, perayaan Idul Adha tahun ini menjadi titik balik bagi strategi kepedulian PT Paiton Energy dan PT POMI yang tidak lagi hanya berfokus pada pemberian bantuan sesaat, tetapi bertransformasi menjadi program pemberdayaan masyarakat yang berdampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga desa.
Pergeseran Paradigma: Dari Charity Menuju Kemandirian
Selama bertahun-tahun, PT Paiton Energy dan PT POMI secara rutin menyalurkan hewan kurban berupa sapi dan kambing ke desa-desa serta pondok pesantren di wilayah operasional. Pola yang digunakan sebelumnya adalah skema charity murni, di mana hewan diberikan dalam kondisi siap disembelih untuk langsung dibagikan pada hari raya.
Meski bernilai ibadah, pendekatan ini dirasakan memiliki kelemahan, yakni manfaatnya bersifat jangka pendek dan belum mampu memberikan dampak signifikan bagi penguatan ekonomi masyarakat secara struktural.
Menyadari hal tersebut, pada tahun 2026 ini, perusahaan melakukan terobosan dengan mengadopsi pendekatan pemberdayaan melalui Program TENAR (Ternak Rakyat).
Konsep utamanya adalah mengubah bantuan konsumtif menjadi aset produktif. Hewan kurban tidak lagi diberikan secara mendadak saat Idul Adha, melainkan disalurkan jauh lebih awal dalam bentuk bibit ternak untuk dirawat dan digemukkan oleh masyarakat.
Program TENAR: Inisiatif Berbasis Aspirasi Lokal
Perubahan konsep ini bukanlah kebijakan sepihak dari perusahaan, melainkan lahir dari inisiatif dan aspirasi masyarakat sendiri.
Melalui Program TENAR yang berlokasi di Desa PondokKelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi penonton atau penerima manfaat pasif, tetapi menjadi pelaku utama dalam proses peternakan.
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara:
- Corporate Social Responsibility (CSR): berperan sebagai stimulan awal yang menyediakan modal usaha, bibit ternak, pakan, dan sarana pendukung lainnya.
- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes): bertindak sebagai pengelola operasional, pendamping teknis, sekaligus pengatur tata niaga hasil ternak.
- Peternak Binaan (Masyarakat): bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan harian, mulai dari pemberian pakan hingga menjaga kesehatan hewan sesuai standar.
Edukasi dan Efisiensi Ekonomi
Salah satu keunggulan Program TENAR dalam memperingati Hari Raya Idul Adha adalah nilai edukatifnya. Masyarakat terlibat sejak awal dalam proses pembesaran ternak, yang secara otomatis menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepemilikan, dan meningkatkan kapasitas teknis mereka dalam mengelola peternakan.
Secara ekonomi, model ini terbukti jauh lebih efisien. Dengan nilai bantuan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, proses penggemukan yang dikelola secara swadaya mampu menghasilkan nilai manfaat yang setara dengan lima ekor kambing kurban.
Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian masyarakat mampu melipatgandakan dampak dari setiap bantuan yang diberikan. Agar keberlanjutan tetap terjaga, program ini juga dilengkapi dengan pelatihan manajemen usaha dan kesehatan ternak, serta monitoring berkala terhadap sanitasi kandang.
Dampak Sosial dan Spiritual
Upaya PT Paiton Energy dan PT POMI memperingati Hari Raya Idul Adha melalui Program TENAR menciptakan harmoni antara ketaatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi.
Masyarakat tidak hanya siap menyambut hari raya dengan hewan kurban yang berkualitas hasil jerih payah sendiri, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat melalui keuntungan usaha yang dihasilkan.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama proses penggemukan menjadi modal sosial yang berharga bagi kemajuan Desa Pondokkelor ke depannya.
Memperingati hari raya Idul Adha dengan cara yang lebih produktif membuktikan bahwa nilai-nilai pengorbanan dapat diwujudkan dalam bentuk kerja keras membangun kemandirian ekonomi desa.
Memperingati hari raya Idul Adha dengan pendekatan yang lebih produktif membuktikan bahwa semangat pengorbanan dapat diwujudkan melalui kerja nyata membangun kemandirian ekonomi desa.
Melalui Program TENAR, manfaat Idul Adha tidak lagi bersifat sesaat, melainkan menjadi aset produktif yang terus berkembang bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Pondokkelor.
Keberhasilan transformasi dari pola charity menuju pemberdayaan ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam memperingati hari raya Idul Adha di masa depan.
Dengan demikian, setiap kali kita menyambut Idul Adha, kita tidak hanya merayakan ritual keagamaan, tetapi juga merayakan pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat yang semakin tangguh.
Penguatan kapasitas masyarakat melalui Program TENAR adalah wujud nyata dari upaya memperingati Hari Raya Idul Adha yang menyentuh akar permasalahan kemiskinan dan memberikan solusi nyata bagi masa depan.

