Kolaborasi Lintas Sektor Hadirkan Inovasi Pemanenan Air Hujan 672 Ribu Liter

Kolaborasi Lintas Sektor Hadirkan Inovasi Pemanenan Air Hujan 672 Ribu Liter

Situbondo, 20 Oktober 2026 – Desa Selobanteng di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini memiliki benteng baru dalam menghadapi ancaman kekeringan panjang. Melalui kolaborasi lintas sektor, desa ini mengintegrasikan program perlindungan mata air, pipanisasi, hingga Instalasi Pemanenan Air Hujan yang secara keseluruhan berpotensi menampung sekitar 672 ribu liter air hujan dalam satu musim.

Kolaborasi tersebut diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui program Desa Peduli Sumber Air (DPSA), bekerja sama dengan PT Paiton Energy (www.paitonenergy.com), PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Pemerintah Daerah, dan masyarakat setempat.

Keterlibatan Paiton Energy – POMI dalam kolaborasi ini terintegrasi dengan program pengembangan masyarakat Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati (PERMATA HATI). Program ini mendorong pengelolaan lingkungan secara terpadu dengan menghubungkan perlindungan sumber mata air, penguatan tutupan vegetasi, pelestarian keanekaragaman hayati, dan peningkatan akses masyarakat terhadap air.

Salah satu inovasi yang dikembangkan Paiton Energy – POMI dalam mendukung pemanfaatan air hujan adalah Tampungan Air Hujan (TAMPAN). Inovasi ini menggunakan intermediate bulk container (IBC) tank bekas Perusahaan sebagai wadah penampungan air hujan dengan kapasitas sekitar 4.000 – 6.000 liter per unit.

Unit TAMPAN berkapasitas 4.000 liter yang diasumsikan terisi penuh satu kali setiap minggu selama musim hujan berpotensi menampung sekitar 96.000 liter. Dengan demikian, Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) dan TAMPAN secara keseluruhan berpotensi menampung sekitar 672.000 liter (672 m³) air hujan dalam satu musim.

Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Madya KLH Amin Sutanto mengatakan program ini menjadi model nyata bagaimana pengetahuan ilmiah, kebijakan pemerintah, dan dukungan dunia usaha dapat menyatu dengan kebutuhan lokal.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Situbondo Ranti Seta Ayu Pratiwi, tampungan air hujan kini telah terpasang di 13 titik, Berkat bantuan dari Paiton Energy – POMI dan juga bantuan Kementerian Lingkungan Hidup, warga Desa Selobanteng sudah merasakan perubahan, yakni kemudahan untuk mendapatkan air,” kata dia.

Sementara itu, Head of External Relations PT Paiton Energy Bambang Jiwantoro mengatakan keterlibatan Perusahaan merupakan bagian dari program terpadu Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati (PERMATA HATI) yang telah berjalan di Selobanteng sejak 2009.

Menurut Guru Besar bidang Sumber Daya Air UGM Prof. Agus Maryono, kunci keberhasilan mitigasi kekeringan ini adalah adaptasi teknologi. Penerapan metode pemanenan air hujan dan sumur resapan di Desa Selobanteng telah disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kebutuhan domestik warga, sehingga air hujan tidak terbuang sia-sia melainkan meresap kembali ke dalam tanah atau menjadi cadangan saat kemarau.

Selain infrastruktur pemanenan air, kolaborasi ini juga menyentuh wilayah hulu melalui penanaman vegetasi pengikat air dan tanaman buah di sekitar area tangkapan air, serta pembangunan jaringan pipanisasi untuk menyalurkan air langsung ke pemukiman warga. Guna memastikan keberlanjutan program, masyarakat dilibatkan langsung dalam pembangunan dan perawatan fasilitas agar muncul rasa kepemilikan yang kuat.

Kepala Desa Selobanteng Muttaha mengungkapkan rasa optimisnya atas perubahan di desanya. “Desa Selobanteng selama ini kerap berhadapan dengan isu kekeringan dan kesulitan air bersih. Bagi warga kami, pemanenan air hujan ini adalah hal baru yang membuka mata. Sekarang warga memiliki banyak opsi saat kemarau panjang, dan kami berharap ke depan tidak ada lagi keluhan soal kelangkaan air,” kata dia.

Menurut Head of Human Capital, Facility, and Community PT POMI Rochman Hidayat, Paiton Energy – POMI berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai perlindungan mata air, pengembangan infrastruktur pendukung, hingga edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. “Perusahaan berharap masyarakat dapat menjadi aktor utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayahnya,” kata dia.

Kolaborasi di Selobanteng menunjukkan bagaimana pendekatan transdisiplin dapat diterapkan dalam kegiatan nyata. Keahlian akademisi, dukungan pemerintah, kontribusi dunia usaha melalui program CSR, dan pengetahuan lokal masyarakat dipadukan untuk membangun sistem pengelolaan air yang saling melengkapi. Sinergi antara DPSA dan PERMATA HATI juga memperlihatkan bahwa program pemerintah dan program pengembangan masyarakat perusahaan dapat berjalan beriringan dalam menjawab kebutuhan lingkungan dan masyarakat.

Dalam pengelolaan CSR, PT Paiton Energy dan POMI selalu menerapkan konsep sinergi multipihak, yaitu kerja sama yang melibatkan komponen penting: pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Kelima unsur ini secara konsisten dilibatkan dalam setiap program CSR dan ESG yang diselenggarakan oleh Paiton Energy.

PT Paiton Energy adalah produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) pertama dan terbesar yang beroperasi di Indonesia. Pemegang saham Perusahaan terdiri dari Medco Daya Energi Sentosa (Medco Group) sebagai pemegang saham mayoritas, RATCH Group, dan Nebras Power.

MDES merupakan bagian dari Medco Group. Di sektor energi, Medco Group berperan penting sebagai penyedia utama migas dan listrik bersih untuk memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional, yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Medco Group selalu berperan aktif dalam upaya mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Share the Post: