Ngabuburit Sehat di 7 Ranu Probolinggo: Serunya Bersepeda dan Trekking di Tiris

Bulan Ramadan selalu membawa nuansa spiritual yang kental, namun bukan berarti aktivitas fisik harus terhenti total. 

Salah satu tradisi yang paling melekat di masyarakat Indonesia adalah ngabuburit, sebuah momen menunggu waktu berbuka puasa yang biasanya diisi dengan jalan-jalan sore atau mencari takjil. 

Namun, agar ibadah puasa tetap bertenaga, kita perlu menggeser kebiasaan tersebut menjadi ngabuburit yang lebih produktif dan menyehatkan bagi tubuh. 

Memilih ngabuburit di alam terbuka tidak hanya menyegarkan pikiran dari penatnya rutinitas, tetapi juga membantu menjaga kebugaran jantung selama berpuasa. 

Dengan udara yang bersih dan pemandangan yang memanjakan mata, aktivitas ngabuburit di kawasan hijau menjadi pilihan yang sangat ideal bagi keluarga maupun individu.

Probolinggo, dengan kekayaan alamnya, menawarkan pengalaman ngabuburit unik yang menggabungkan olahraga santai dengan wisata ekologis yang menenangkan jiwa di lereng pegunungan yang asri.

Secara filosofis, konsep ngabuburit berasal dari bahasa Sunda “ngalantung ngadagoan burit” yang berarti bersantai sambil menunggu waktu sore. 

Di era modern, kegiatan ngabuburit Ramadan telah bertransformasi menjadi ajang eksplorasi tempat-tempat baru yang ikonik. Salah satu kegiatan ngabuburit Ramadan yang mulai populer dan sangat direkomendasikan adalah sport tourism atau wisata olahraga.

Dibandingkan hanya duduk diam, melakukan kegiatan ngabuburit Ramadan dengan aktivitas fisik ringan seperti bersepeda santai atau trekking dapat membantu melancarkan peredaran darah tanpa menguras energi secara berlebihan. 

Bayangkan melakukan kegiatan ngabuburit Ramadan di jalur hijau yang sejuk, di mana rasa haus dan lapar teralihkan oleh pesona panorama danau-danau vulkanik. 

Inilah yang ditawarkan oleh kawasan 7 Ranu di Probolinggo, sebuah destinasi yang kini dikembangkan sebagai pusat kegiatan ngabuburit Ramadan berbasis alam dan olahraga sehat.

Eksplorasi 7 Ranu: Permata Hijau Probolinggo

Terletak di Kecamatan Tiris, kawasan 7 Ranu merupakan gugusan danau alami yang berada di lereng Gunung Argopuro. Kawasan ini mencakup Ranu Segaran, Ranu Merah, Ranu Agung, Ranu Tlogo Argo, Ranu Betok, Ranu Gedang, dan Ranu Paleran. 

Keindahan danau-danau ini tidak hanya menawarkan pemandangan air yang tenang, tetapi juga udara pegunungan yang sangat sejuk, sangat cocok untuk mendinginkan suhu tubuh saat berpuasa.

Pengembangan kawasan ini tidak lepas dari dukungan PT Paiton Energy yang berkolaborasi dengan Pemkab Probolinggo. Melalui inisiatif sport tourism, Paiton Energy mendorong masyarakat untuk mencintai gaya hidup sehat dan berkelanjutan. 

Dukungan ini diwujudkan melalui Festival 7 Ranu yang memadukan kegiatan bersepeda gunung (MTB) dan trekking, sekaligus mengampanyekan prinsip zero waste dan ekonomi sirkular bagi penduduk lokal.

Rute Bersepeda Santai Menunggu Azan Maghrib

Bagi Anda pecinta gowes, rute bersepeda di sini sangat menantang namun tetap bisa dinikmati secara santai. 

Anda bisa memulai perjalanan dari Ranu Segaran di Desa Segaran, yang menjadi pusat aktivitas. Dari sini, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Ranu Agung dan Ranu Betok.

Meskipun jalur profesional atau enduro mencapai belasan kilometer, Anda bisa memotong rute untuk versi santai. Rutenya didominasi oleh 60% tanjakan ringan yang masih ramah bagi pemula, 30% turunan yang menyegarkan, dan 10% jalan datar. 

Sepanjang jalan, mata akan dimanjakan oleh hutan sengon yang rimbun, gemericik sungai kecil, dan hamparan danau dari ketinggian. Disarankan menggunakan sepeda gunung karena medan yang terkadang berbatu. 

Durasi 2-3 jam bersepeda di sore hari akan membuat waktu terasa cepat berlalu hingga tak terasa waktu berbuka telah tiba.

Tips Trekking Ringan di Ranu Agung dan Ranu Merah

Jika bersepeda terasa terlalu berat, fun trekking adalah alternatif yang tak kalah seru. Anda bisa mencoba rute pendek dari parkiran menuju tepi Ranu Agung yang hanya berjarak sekitar 1 km dengan jalan menurun. 

Pilihan lainnya adalah menyusuri sungai dari Ranu Merah menuju air terjun di sekitarnya. Jalur ini menawarkan tanjakan terjal yang ringan namun tetap memberikan efek olahraga yang cukup.

Sebagai kesimpulan dari rencana perjalanan Anda, kunci dari olahraga saat berpuasa adalah mendengarkan tubuh sendiri. Jika rute dirasa mulai memberatkan atau stamina menurun, jangan pernah memaksakan diri. 

Cobalah mengikuti tips trekking ringan dengan menjaga kecepatan langkah yang konstan dan tidak terburu-buru. Pastikan menggunakan sepatu yang nyaman dan membawa air minum untuk segera dikonsumsi saat azan berkumandang. 

Dengan tiket masuk rata-rata hanya Rp10.000, Anda sudah bisa menikmati fasilitas alam yang luar biasa sekaligus mendukung kampanye lingkungan hidup yang digelorakan oleh PT Paiton Energy.

Menutup hari dengan ngabuburit di 7 Ranu akan memberikan kesan mendalam bagi perjalanan spiritual dan fisik Anda di bulan suci. Aktivitas ngabuburit yang dilakukan di tengah alam membantu kita lebih mensyukuri ciptaan Tuhan sembari menjaga kebugaran raga.

Dengan mendukung konsep wisata hijau, setiap langkah ngabuburit Anda turut berkontribusi pada pengurangan emisi dan keberlanjutan ekosistem lokal di Probolinggo. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan area danau agar keasriannya tetap terjaga bagi generasi mendatang. 

Selamat menjalankan ibadah puasa, dan semoga pengalaman ngabuburit sehat ini membawa keceriaan serta ketenangan dalam menyambut hari kemenangan yang fitri nanti.

Share the Post: